A. Kondisi Desa
a. Sejarah Desa
Desa Kalianyar merupakan desa pemekaran dari Desa Klurahan Kecamatan Ngronggot Kabupaten
Nganjuk. Dari pemekaran Desa Klurahan tersebut Desa Kalianyar terdiri dari empat
Wilayah Dusun. Diantara empat Dusun tersebut adalah Dusun Kalianyar
Krajan, Dusun Pulosari, Dusun Mergoyoso dan Dusun Templek.
Nama Kalianyar diambilkan dari pembuatan sungai irigasi baru yang menjadi
batas antara wilayah Desa Klurahan dan Desa Kalianyar, sehingga dengan demikian
kata Kalianyar diambilkan dari terjemahan bahasa jawa dari kata tersebut.
Desa Kalianyar sendiri sudah beberapa kali diperintah
oleh beberapa Kepala Desa yang masa jabatannya berbeda-beda sesuai dengan
perkembangan jaman dan peraturan pemerintah diantaranya R. Reso Mardono (
1911-1946), R. Suyondo (1946-1980), R. Puguh Santoso (1980-2006), Joko Murtejo
(2007-sekarang)
b.
Demografi
Berdasarkan data Administrasi Pemerintahan Desa tahun 2013,
jumlah penduduk Desa Kalianyar adalah terdiri dari 1286 KK, dengan jumlah total
4441 jiwa, dengan rincian 2236 laki-laki dan 2205 perempuan sebagaimana tertera
dalam Tabel 4.
Tabel 4
Jumlah Penduduk
Berdasarkan Usia
|
No
|
Usia
|
Laki-laki
|
Perempuan
|
Jumlah
|
Prosentase
|
|
1
|
0-4
|
118
|
116
|
234 orang
|
7,50%
|
|
2
|
5-9
|
164
|
161
|
325 orang
|
6,50%
|
|
3
|
10-14
|
171
|
165
|
336 orang
|
7,50%
|
|
4
|
15-19
|
138
|
150
|
288 orang
|
6,00%
|
|
5
|
20-24
|
154
|
137
|
291 orang
|
6,50%
|
|
6
|
25-29
|
186
|
196
|
382 orang
|
8,60%
|
|
7
|
30-34
|
268
|
214
|
482 orang
|
10,80%
|
|
8
|
35-39
|
181
|
182
|
363 orang
|
8,10%
|
|
9
|
40-44
|
216
|
181
|
397orang
|
8,70%
|
|
10
|
45-49
|
139
|
160
|
299 orang
|
6,70%
|
|
11
|
50-54
|
136
|
140
|
276 orang
|
6,00%
|
|
12
|
55-58
|
88
|
73
|
161 orang
|
3,50%
|
|
13
|
>59
|
277
|
329
|
606 orang
|
13,60%
|
|
Jumlah Total
|
2236
|
2204
|
4440 orang
|
100%
|
|
Dari data di atas nampak bahwa penduduk usia produktif
pada usia 20-49 tahun Desa Kalianyar sekitar 2214 atau hampir 49,40 %. Hal ini merupakan
modal berharga bagi pengadaan tenaga produktif dan SDM.
Tingkat kemiskinan di Desa Kalianyar termasuk tinggi.
Dari jumlah 1286 KK di atas, sejumlah 503 KK tercatat sebagai Pra Sejahtera; 302
KK tercatat Keluarga Sejahtera I; 176 KK
tercatat Keluarga Sejahtera II; 186 KK tercatat Keluarga Sejahtera III; 54
KK sebagai sejahtera III plus. Jika KK golongan Pra-sejahtera dan KK golongan I
digolongkan sebagai KK golongan miskin, maka lebih 50 % KK Desa Kalianyar adalah
keluarga miskin.
Topografi ketinggian desa ini adalah berupa daratan
sedang yaitu sekitar 42 m di atas permukaan air laut. Berdasarkan data BPS kabupaten
Nganjuk tahun 2004, selama tahun 2004 curah hujan di Desa Kalianyar rata-rata
mencapai 1.300 mm. Curah hujan terbanyak terjadi pada bulan Desember hingga
mencapai 2.500 mm yang merupakan curah hujan tertinggi selama kurun waktu 2013-2014.
Jarak tempuh ke Kantor Kecamatan Ngronggot 3,5 Km dan ditempuh dalam waktu 10
menit. Jarak Tempuh ke Ibu Kota Kabupaten 30 Km dengan waktu tempuh 60
menit.
c. Pendidikan
Pendidikan adalah satu hal penting dalam memajukan
tingkat SDM (Sumber Daya Manusia) yang dapat berpengaruh dalam jangka panjang
pada peningkatan perekonomian. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka akan
mendongkrak tingkat kecakapan masyarakat yang pada gilirannya akan mendorong
tumbuhnya ketrampilan kewirausahaan dan lapangan kerja baru, sehingga akan
membantu program pemerintah dalam mengentaskan pengangguran dan kemiskinan. Prosentase
tinggkat pendidikan Desa Kalianyar dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5
Tamatan Sekolah Masyarakat
|
No
|
Keterangan
|
Jumlah
|
Prosentase
|
|
1
|
Buta Huruf
Usia 10 tahun ke atas
|
417
|
8,5 %
|
|
2
|
Usia
Pra-Sekolah
|
510
|
11 %
|
|
3
|
Belum dan Tidak Tamat SD
|
1315
|
29 %
|
|
4
|
Tamat Sekolah SD
|
442
|
10 %
|
|
5
|
Tamat Sekolah SMP
|
910
|
20 %
|
|
6
|
Tamat Sekolah SMA
|
846
|
19 %
|
|
7
|
Tamat Sekolah PT/ Akademi
|
154
|
2,5 %
|
|
Jumlah Total
|
4440
|
|
|
Dari data di atas menunjukan bahwa mayoritas penduduk
Desa Kalianyar hanya mampu menyelesaikan sekolah di jenjang pendidikan wajib
belajar sembilan tahun (SD dan SMP). Dalam hal kesediaan sumber daya manusia
(SDM) yang memadahi dan mumpuni, keadaan ini merupakan tantangan tersendiri.
Rendahnya kualitas tingkat pendidikan di Desa Kalianyar,
tidak terlepas dari terbatasnya sarana dan prasarana pendidikan yang ada, di
samping tentu masalah ekonomi dan pandangan hidup masyarakat. Sarana pendidikan
di Desa Kalianyar baru tersedia di tingkat pendidikan dasar 6 tahun (SD),
sementara untuk pendidikan tingkat menengah pertama dan Pendidikan Tingkat
Menengah ke atas berada di tempat lain yang relatif jauh.
Sebenarnya ada solusi yang bisa menjadi alternatif bagi
persoalan rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM) di Desa Kalianyar yaitu melalui
pelatihan dan kursus. Namun sarana atau lembaga ini ternyata juga belum
tersedia dengan baik di Desa Kalianyar.
d.
Kesehatan
Masalah pelayanan kesehatan adalah hak setiap warga
masyarakat dan merupakan hal yang penting bagi peningkatan kualitas masyarakat
kedepan. Masyarakat yang produktif harus didukung oleh kondisi kesehatan. Salah
satu cara untuk mengukur tingkat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari banyaknya
masyarakat yang terserang penyakit. Dari data yang ada menunjukkan adanya jumlah
masyarakat yang terserang penyakit relatif tinggi. Adapun penyakit yang sering
diderita antara lain infeksi pernapasan akut bagian atas, malaria, penyakit
sistem otot dan jaringan pengikat. Data tersebut menunjukkan bahwa gangguan
kesehatan yang sering dialami penduduk adalah penyakit yang bersifat cukup berat
dan memiliki durasi lama bagi kesembuhannya, yang diantaranya disebabkan
perubahan cuaca serta kondisi lingkungan yang kurang sehat. Ini tentu
mengurangi daya produktifitas masyarakat
Desa Kalianyar secara umum.
Sedangkan data orang cacat mental dan fisik juga cukup
tinggi jumlahnya. Tercatat penderita tuna wicara 3 orang, tuna rungu 4 orang,
tuna netra 5 orang dan lumpuh 3 orang. Data ini menunjukkan masih rendahnya
kualitas hidup sehat di Desa Kalianyar.
Hal yang perlu juga dipaparkan di sini adalah terkait
keikutsertaan masyarakat dalam KB. Terkait hal ini peserta KB aktif tahun 2012
di Desa Kalianyar berjumlah 1894 pasangan usia subur. Sedangkan jumlah bayi
yang diimunisasikan dengan Polio dan DPT-1 berjumlah 82 bayi. Tingkat
partisipasi demikian ini relatif tinggi walaupun masih bisa dimaksimalkan
mengingat cukup tersedianya fasilitas kesehatan berupa sebuah Puskesmas, dan
Polindes di Desa Kalianyar. Maka wajar jika ketersediaan fasilitas kesehatan
yang relatif lengka ini berdampak pada kualitas kelahiran bagi bayi lahir.
Hal yang perlu juga dipaparkan di sini adalah kualitas
balita. Dalam hal ini, dari jumlah 173 balita di tahun 2012, masih terdapat 2
balita bergizi buruk, 6 balita bergizi kurang dan lainnya sedang dan baik. Hal
inilah kiranya yang perlu ditingkatkan perhatiannya agar kualitas balita Desa Kalianyar
ke depan lebih baik.
e. Keadaan Sosial
Dengan adanya perubahan dinamika politik dan sistem
politik di Indonesia yang lebih demokratis, memberikan pengaruh kepada
masyarakat untuk menerapkan suatu mekanisme politik yang dipandang lebih
demokratis. Dalam konteks politik lokal Desa Kalianyar, hal ini tergambar dalam
pemilihan kepala desa dan pemilihan-pemilihan lain (pilleg, pilpres, pemillukada,
dan pimilugub) yang juga melibatkan warga masyarakat desa secara umum.
Khusus untuk pemilihan kepala desa Kalianyar, sebagaimana
tradisi kepala desa di Jawa, biasanya para peserta (kandidat) nya adalah mereka
yang secara trah memiliki hubungan dengan elit kepala desa yang lama. Hal ini
tidak terlepas dari anggapan masyarakat banyak di desa-desa bahwa jabatan
kepala desa adalah jabatan garis tangan keluarga-keluarga tersebut. Fenomena
inilah yang biasa disebut pulung –dalam tradisi jawa- bagi keluarga-keluarga
tersebut.
Jabatan kepala desa merupakan jabatan yang tidak serta
merta dapat diwariskan kepada anak cucu. Mereka dipilh karena kecerdasan, etos
kerja, kejujuran dan kedekatannya dengan warga desa. Kepala desa bisa diganti
sebelum masa jabatannya habis, jika ia melanggar peraturan maupun norma-norma
yang berlaku. Begitu pula ia bisa diganti jika ia berhalangan tetap.
Karena demikian, maka setiap orang yang memiliki dan
memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan dalam perundangan dan peraturan
yang berlaku, bisa mengajukan diri untuk mendaftar menjadi kandidat kepala
desa. Fenomena ini juga terjadi pada pemilihan desa Kalianyar pada tahun 2007.
Pada pilihan kepala desa ini partisipasi masyarakat sangat tinggi, yakni hampir
95%. Tercatat ada dua kandidat kepala desa pada waktu itu yang mengikuti pemilihan
kepala desa. Pilihan kepala Desa bagi warga masyarakat Desa Kalianyar seperti
acara perayaan desa.
Pada Bulan Desember Tahun 2012, Bulan 9 Agustus 2013
serta Bulan April 2014 ini masyarakat juga dilibatkan dalam pemilihan Kepala
Daerah dan wakil Kepala Daerah serta Pemilihan Legislatif. Walaupun tingkat
partisipasinya lebih rendah dari pada pilihan kepala Desa, namun hampir 70%
daftar pemilih tetap, memberikan hak pilihnya. Ini adalah proggres demokrasi
yang cukup signifikan di desa Kalianyar.
Setelah proses-proses politik selesai, situasi desa
kembali berjalan normal. Hiruk pikuk warga dalam pesta demokrasi desa berakhir
dengan kembalinya kehidupan sebagaimana awal mulanya. Masyarakat tidak terus
menerus terjebak dalam sekat-sekat kelompok pilihannya. Hal ini ditandai dengan
kehidupan yang penuh tolong menolong maupun gotong royong.
Walaupun pola kepemimpinan ada di Kepala Desa namun
mekanisme pengambilan keputusan selalu ada pelibatan masyarakat baik lewat
lembaga resmi desa seperti Badan Perwakilan Desa maupun lewat masyarakat
langsung. Dengan demikian terlihat bahwa pola kepemimpinan di Wilayah Desa Kalianyar
mengedepankan pola kepemimpinan yang demokratis.
Berdasarkan deskripsi beberapa fakta di atas, dapat
dipahami bahwa Desa Kalianyar mempunyai dinamika politik lokal yang bagus. Hal
ini terlihat baik dari segi pola kepemimpinan, mekanisme pemilihan
kepemimpinan, sampai dengan partisipasi masyarakat dalam menerapkan sistem
politik demokratis ke dalam kehidupan politik lokal. Tetapi terhadap minat
politik daerah dan nasional terlihat masih kurang antusias. Hal ini dapat
dimengerti dikarenakan dinamika politik nasional dalam kehidupan keseharian
masyarakat Desa Kalianyar kurang mempunyai greget, terutama yang berkaitan
dengan permasalahan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat secara langsung.
Dengan semakin terbukanya masyarakat terhadap arus
informasi, hal-hal lama ini mulai mendapat respon dan tafsir balik dari
masyarakat. Hal ini menandai babak baru dinamika sosial dan budaya, sekaligus
tantangan baru bersama masyarakat Desa Kalianyar. Dalam rangka merespon tradisi
lama ini telah mewabah dan menjamur kelembagaan sosial, politik, agama, dan
budaya di Desa Kalianyar. Tentunya hal ini membutuhkan kearifan tersendiri,
sebab walaupun secara budaya berlembaga dan berorganisasi adalah baik tetapi
secara sosiologis ia akan beresiko menghadirkan kerawanan dan konflik sosial.
Dalam catatan sejarah, selama ini belum pernah terjadi
bencana alam dan sosial yang cukup berarti di Desa Kalianyar. Isu-isu terkait
tema ini, seperti kemiskinan dan bencana alam, tidak sampai pada titik kronis
yang membahayakan masyarakat dan sosial.
f.
Keadaan Ekonomi
Tingkat pendapatan rata-rata penduduk Desa Kalianyar Rp. 600.000/bulan.
Secara umum mata pencaharian warga masyarakat Desa Kalianyar dapat
teridentifikasi ke dalam beberapa sektor yaitu pertanian, jasa/perdagangan,
industri dan lain-lain. Berdasarkan data yang ada, masyarakat yang bekerja di
sektor pertanian berjumlah 782 orang, yang bekerja disektor jasa berjumlah 561
orang, yang bekerja di sektor industri 153 orang, dan bekerja di sektor
lain-lain 95 orang. Dengan demikian jumlah penduduk yang mempunyai mata
pencaharian berjumlah 1591 orang. Berikut ini adalah tabel jumlah penduduk
berdasarkan mata pencaharian.
Tabel 6
Mata Pencaharian dan Jumlahnya
|
No
|
Mata Pencaharian
|
Jumlah
|
Prosentase
|
|
|
1
|
Pertanian
|
782 orang
|
49,2 %
|
|
|
2
|
Jasa/ Perdagangan
|
|
35,3 %
|
|
|
|
1. Jasa
Pemerintahan
|
89 orang
|
|
|
|
|
2. Jasa
Perdagangan
|
374 orang
|
|
|
|
|
3. Jasa
Angkutan
|
14 orang
|
|
|
|
|
4. Jasa
Ketrampilan
|
51orang
|
|
|
|
|
5. Jasa
lainnya
|
33 orang
|
|
|
|
3
|
Sektor Industri
|
153 orang
|
9,5 %
|
|
|
4
|
Sektor lain
|
95 orang
|
6 %
|
|
|
Jumlah
|
1591 Orang
|
|
|
|
Dengan melihat data di atas maka angka pengangguran di
Desa Kalianyar masih cukup rendah. Berdasarkan data lain dinyatakan bahwa
jumlah penduduk usia 20-55 yang belum bekerja berjumlah 899 orang dari jumlah
angkatan kerja sekitar 2490 orang. Angka inilah yang merupakan kisaran angka
pengangguran di Desa Kalianyar.
B. Kondisi Pemerintahan Desa
a. Pembagian Wilayah Desa
Wilayah Desa Kalianyar terdiri dari 4 Dusun yaitu : Dusun
Kalianyar Krajan, Dusun Pulosari, Dusun Mergoyoso, dan Dusun Templek yang
masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala Dusun. Posisi Kasun menjadi sangat
strategis seiring banyaknya limpahan tugas desa kepada aparat ini. Dalam rangka
memaksimalkan fungsi pelayanan terhadap masyarakat di Desa Kalianyar, dari keempat
Dusun tersebut terbagi menjadi 09 Rukun Warga (RW) dan 18 Rukun Tetangga (RT).
b. Struktur Organisasi Pemerintah Desa
Keberadaan Rukun Tetangga (RT) sebagai bagian dari satuan
wilayah pemerintahan Desa Kalianyar memiliki fungsi yang sangat berarti
terhadap pelayanan kepentingan masyarakat wilayah tersebut, terutama terkait
hubungannya dengan pemerintahan pada level di atasnya. Dari kumpulan Rukun
Tetangga inilah sebuah Padukuhan (Rukun Warga; RW) terbentuk.
Sebagai sebuah desa, sudah tentu struktur kepemimpinan
Desa Kalianyar tidak bisa lepas dari strukur administratif pemerintahan pada
level di atasnya.
Secara umum pelayanan pemerintahan Desa Kalianyar kepada
masyarakat cukup memuaskan dan kelembagaan yang ada berjalan sesuai tugas dan
fungsinya masing-masing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar